Suarameratus.com

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

14 Tahun Jadi Menkeu, Sri Mulyani Mohon Maaf dan Minta Ruang Privat

oleh

admin

Suarameratus, Jakarta – Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi menutup masa pengabdiannya setelah 14 tahun menduduki kursi strategis tersebut. Dalam pernyataan terakhirnya, Sri Mulyani meminta publik untuk mulai menghormati ruang pribadinya usai tidak lagi menjabat sebagai pejabat publik.

“Setelah saya tidak lagi menjabat, saya berharap ruang pribadi saya bisa dihormati,” ucap Sri Mulyani dalam keterangannya, Selasa (9/9).

Sri Mulyani dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh di Indonesia. Sejak pertama kali dipercaya menjadi Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005, ia kemudian kembali dipercaya Presiden Joko Widodo untuk mengelola keuangan negara selama dua periode pemerintahannya. Total, ia tercatat menjabat selama 14 tahun.

Dalam pernyataannya, Sri Mulyani mengaku merasa terhormat karena diberi kesempatan untuk membantu para presiden mewujudkan cita-cita bangsa. Menurutnya, menjadi bagian dari kabinet merupakan amanah besar sekaligus pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan hidupnya.

“Selama 14 tahun saya mengabdi, saya merasa terhormat dan diberi keistimewaan untuk mendampingi para presiden dalam mengupayakan cita-cita besar bangsa,” ungkapnya.

Namun, ia tak lupa menyampaikan permintaan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan. Sri Mulyani menegaskan bahwa manusia tidak pernah luput dari kesalahan.

“Tidak ada gading yang tidak retak, tiada manusia yang sempurna,” katanya.

Ucapan pamit Sri Mulyani menuai banyak respons dari masyarakat, termasuk dari kalangan akademisi dan praktisi ekonomi. Banyak yang menilai dirinya sebagai sosok yang berdedikasi, profesional, dan konsisten dalam menjaga stabilitas fiskal Indonesia di tengah berbagai tantangan global, mulai dari krisis keuangan, pandemi COVID-19, hingga fluktuasi ekonomi dunia.

Selama kepemimpinannya, Sri Mulyani kerap meraih penghargaan internasional dan masuk dalam daftar tokoh ekonomi paling berpengaruh versi sejumlah media global. Meski begitu, ia tetap rendah hati dengan menekankan bahwa capaian tersebut bukanlah miliknya semata, melainkan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Kementerian Keuangan.

Kini, setelah melepas jabatan publik, Sri Mulyani ingin menutup lembaran panjang pengabdiannya dengan tenang. Ia menekankan bahwa penghormatan terhadap kehidupan pribadinya adalah hal penting yang ia harapkan dari publik.

Dengan pamitnya Sri Mulyani, perjalanan panjangnya sebagai salah satu teknokrat andalan bangsa pun resmi berakhir. Meski begitu, warisan kebijakan dan kontribusinya dalam menjaga fondasi keuangan negara diyakini akan tetap mewarnai pembangunan Indonesia ke depan.

admin

Tags

Tinggalkan komentar