Suarameratus, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, bersama sejumlah pejabat penting, menyerahkan kunci rumah subsidi kepada 32 penerima melalui program BSI KPR Sejahtera. Kegiatan ini berlangsung di Jakarta pada Minggu (29/6), yang juga disertai dengan penandatanganan beberapa nota kesepahaman (MoU) penting.
Dalam kesempatan tersebut, Maruarar Sirait didampingi oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, dan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo. Serah terima kunci ini menjadi simbol keberhasilan program rumah subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama dalam rangka mendukung pembangunan rumah bagi tiga juta warga Indonesia.
Selain itu, Maruarar Sirait turut menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala BPS terkait penyediaan serta pembaruan data, yang dianggap penting untuk kelancaran program-program perumahan ke depannya. Menteri Ara juga menyaksikan penandatanganan MoU penyaluran KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang melibatkan BSI, BPS, dan BP Tapera.
Dalam sambutannya, Maruarar menyampaikan bahwa program rumah subsidi, termasuk dalam bentuk KPR FLPP, menjadi salah satu andalan utama dalam mendukung rencana pembangunan dan renovasi tiga juta rumah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. “Dengan bertambahnya alokasi rumah subsidi ini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan perumahan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi lainnya yang turut bergerak,” ungkap Maruarar.
Pemerintah berharap, dengan dukungan program ini, semakin banyak masyarakat yang dapat memiliki rumah layak huni dengan harga yang terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor-sektor terkait.

