Suarameratus.com

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi, Emas Mulai Kehilangan Kilau

oleh

admin

Suarameratus, Jakarta – Harga emas dunia kini mulai menunjukkan tren stagnan, sementara harga Bitcoin (BTC) justru terus menanjak dan mencetak rekor tertinggi baru atau all time high (ATH). Kenaikan harga Bitcoin didorong oleh tingginya permintaan di tengah kelangkaan pasokan serta siklus halving yang berlangsung tahun ini.

Sepanjang Juli 2025, performa harga Bitcoin tercatat lebih unggul dibandingkan emas. Berdasarkan data historis lima tahun terakhir, return investasi Bitcoin bahkan jauh melampaui emas.

Pada perdagangan intraday 22 Juli 2025, harga Bitcoin tercatat di level US$118.223,8 per koin. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 1.159% dari posisi US$9.390 per koin pada 22 Juli 2020. Di sisi lain, harga emas dunia dalam periode yang sama hanya naik sebesar 81%, dari US$1.871,75 menjadi US$3.388,44 per troy ons.

Kondisi ini mengindikasikan pergeseran minat investor, terutama dari kalangan generasi muda, yang kini mulai menjadikan Bitcoin sebagai aset masa depan. Tak hanya sebagai instrumen investasi, Bitcoin juga dipandang sebagai bagian dari sistem keuangan baru yang berbasis teknologi blockchain dan keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Sementara itu, emas mulai dianggap sebagai aset konvensional yang tidak lagi relevan di tengah era digital. Transformasi preferensi ini mencerminkan dinamika pasar investasi modern yang semakin mengarah pada aset digital.

Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi, Emas Mulai Kehilangan KilauBitcoin Tembus Rekor Tertinggi, Emas Mulai Kehilangan Kilau

Suarameratus, Jakarta – Harga emas dunia kini mulai menunjukkan tren stagnan, sementara harga Bitcoin (BTC) justru terus menanjak dan mencetak rekor tertinggi baru atau all time high (ATH). Kenaikan harga Bitcoin didorong oleh tingginya permintaan di tengah kelangkaan pasokan serta siklus halving yang berlangsung tahun ini.

Sepanjang Juli 2025, performa harga Bitcoin tercatat lebih unggul dibandingkan emas. Berdasarkan data historis lima tahun terakhir, return investasi Bitcoin bahkan jauh melampaui emas.

Pada perdagangan intraday 22 Juli 2025, harga Bitcoin tercatat di level US$118.223,8 per koin. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 1.159% dari posisi US$9.390 per koin pada 22 Juli 2020. Di sisi lain, harga emas dunia dalam periode yang sama hanya naik sebesar 81%, dari US$1.871,75 menjadi US$3.388,44 per troy ons.

Kondisi ini mengindikasikan pergeseran minat investor, terutama dari kalangan generasi muda, yang kini mulai menjadikan Bitcoin sebagai aset masa depan. Tak hanya sebagai instrumen investasi, Bitcoin juga dipandang sebagai bagian dari sistem keuangan baru yang berbasis teknologi blockchain dan keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Sementara itu, emas mulai dianggap sebagai aset konvensional yang tidak lagi relevan di tengah era digital. Transformasi preferensi ini mencerminkan dinamika pasar investasi modern yang semakin mengarah pada aset digital.

Suarameratus, Jakarta – Harga emas dunia kini mulai menunjukkan tren stagnan, sementara harga Bitcoin (BTC) justru terus menanjak dan mencetak rekor tertinggi baru atau all time high (ATH). Kenaikan harga Bitcoin didorong oleh tingginya permintaan di tengah kelangkaan pasokan serta siklus halving yang berlangsung tahun ini.

Sepanjang Juli 2025, performa harga Bitcoin tercatat lebih unggul dibandingkan emas. Berdasarkan data historis lima tahun terakhir, return investasi Bitcoin bahkan jauh melampaui emas.

Pada perdagangan intraday 22 Juli 2025, harga Bitcoin tercatat di level US$118.223,8 per koin. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 1.159% dari posisi US$9.390 per koin pada 22 Juli 2020. Di sisi lain, harga emas dunia dalam periode yang sama hanya naik sebesar 81%, dari US$1.871,75 menjadi US$3.388,44 per troy ons.

Kondisi ini mengindikasikan pergeseran minat investor, terutama dari kalangan generasi muda, yang kini mulai menjadikan Bitcoin sebagai aset masa depan. Tak hanya sebagai instrumen investasi, Bitcoin juga dipandang sebagai bagian dari sistem keuangan baru yang berbasis teknologi blockchain dan keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Sementara itu, emas mulai dianggap sebagai aset konvensional yang tidak lagi relevan di tengah era digital. Transformasi preferensi ini mencerminkan dinamika pasar investasi modern yang semakin mengarah pada aset digital.

admin

Tags

Tinggalkan komentar