Suarameratus.com

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Cegah Pernikahan Dini, Pemkab Balangan Gencar Sosialisasi ke Sekolah

oleh

admin

Suarameratus, Balangan – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, terus menggencarkan upaya pencegahan perkawinan usia anak dengan menggelar penyuluhan ke berbagai sekolah. Salah satu kegiatan terbaru dilaksanakan di MTs Ainul Amin, Kecamatan Tebing Tinggi, Rabu (6/8/2025).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Balangan, Dian Dinilia, menjelaskan bahwa penyuluhan dilakukan langsung ke desa dan sekolah untuk meningkatkan kesadaran remaja akan bahaya pernikahan dini. Menurutnya, edukasi di kalangan pelajar penting agar anak-anak memahami risiko yang bisa ditimbulkan akibat menikah di usia belia.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, anak-anak di Kabupaten Balangan memiliki kesadaran untuk mencegah perkawinan usia anak, sehingga dapat menghindari dampak buruk yang ditimbulkan,” kata Dian.

Dalam penyuluhan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mendalam mengenai dampak sosial, pendidikan, dan kesehatan dari pernikahan usia anak. Salah satu narasumber, Pengelola Anak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Yuliani, menegaskan bahwa pernikahan usia anak membawa konsekuensi serius, termasuk tingginya risiko putus sekolah.

“Banyak sekali sebenarnya dampak yang ditimbulkan dari pernikahan usia anak. Salah satunya adalah sekolah mereka yang terputus, dan kebanyakan adalah anak-anak yang masih berada di jenjang SMP,” ujarnya.

Dari sisi kesehatan, Yuliani menyebut risiko kehamilan dan proses persalinan yang berat menjadi ancaman nyata bagi remaja yang menikah muda. Hal ini, lanjutnya, juga berdampak pada pencapaian program penurunan angka kematian ibu dan bayi di daerah.

“Ditinjau dari segi kesehatan, anak yang menikah di usia muda berisiko tinggi mengalami komplikasi pada kehamilan dan saat persalinan. Kondisi ini berkaitan erat dengan capaian penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Balangan,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Balangan dalam membangun generasi yang sehat, terdidik, dan terbebas dari praktik pernikahan usia anak yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

admin

Tags

Tinggalkan komentar