Suarameratus.com

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

BPBD Balangan Perkuat Mitigasi Hadapi Puncak Musim Hujan

oleh

admin

Suarameratus, Balangan – Intensitas hujan di Kabupaten Balangan mulai meningkat memasuki Desember. Meski belum mencapai kategori ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat tetap waspada karena curah hujan diperkirakan turun hampir setiap hari pada pekan ini. Sebagian besar wilayah berada pada kisaran 100–150 milimeter per dasarian, sedangkan kawasan hulu dan tengah mencapai 150–200 milimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Jumaidil Hairi, menyampaikan bahwa hujan berulang berpotensi menimbulkan gangguan seperti genangan, kenaikan debit sungai, dan longsor lokal di daerah perbukitan. Ia meminta warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng Pegunungan Meratus lebih aktif memantau lingkungan sekitar.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat setelah sejumlah wilayah di luar daerah mengalami banjir bandang, BPBD menyebut Balangan juga memiliki potensi serupa meski dalam skala lokal. Faktor pemicu utamanya adalah kontur Meratus serta banyaknya aliran sungai kecil yang mudah meluap ketika hujan turun terus-menerus. Sejumlah titik telah dipetakan sebagai kawasan rawan, antara lain Simpang Nadung, Kembang Kuning, dan Uyam di Tebing Tinggi; Marindi, Putat Basiun, dan Bihara Hilir di Awayan; beberapa titik hulu di Halong; serta kantong sungai kecil di Batumandi.

Sementara potensi banjir besar dan genangan dari hulu dapat terjadi di Paringin, Paringin Selatan, Lampihong, dan Juai. BPBD meminta daerah-daerah tersebut meningkatkan kesiapsiagaan memasuki puncak musim hujan. Warga juga diimbau mengamankan barang penting, memantau ketinggian air secara berkala, serta menghindari aktivitas di sungai, jembatan gantung, dan area rawan longsor saat hujan deras.

Pemerintah Kabupaten Balangan sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi sejak 12 November 2025 hingga 31 Januari 2026. BPBD juga menggelar rapat koordinasi lintas sektor dan apel siaga untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan. Selain itu, pemasangan papan peringatan dilakukan di titik rawan, disusul monitoring debit sungai bersama relawan dan pemerintah desa. Edukasi kesiapsiagaan disampaikan melalui SIGAB, media sosial, hingga sekolah-sekolah.

BPBD menegaskan bahwa seluruh langkah mitigasi tersebut dilakukan untuk menekan risiko bencana sejak dini sekaligus memastikan masyarakat siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

admin

Tags

Tinggalkan komentar