Suarameratus, Balangan – Bencana banjir dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Balangan sejak akhir Desember 2025 berdampak pada puluhan desa di enam kecamatan. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, tercatat sebanyak 34 desa terdampak selama periode 27 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Dampak bencana tersebut dirasakan oleh ribuan warga. Secara keseluruhan, sebanyak 4.289 kepala keluarga dengan total 13.825 jiwa tercatat terdampak banjir dan banjir bandang di berbagai wilayah.
Enam kecamatan yang terdampak meliputi Awayan, Tebing Tinggi, Halong, Juai, Paringin Selatan, dan Lampihong, dengan tingkat dampak dan kerusakan yang bervariasi di setiap wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H Rahmi, Senin (5/1/2026), mengatakan kondisi masyarakat terdampak saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Hasil peninjauan dan pemantauan di lapangan menunjukkan situasi di wilayah terdampak sudah berada dalam kondisi aman dan terkendali.
“Berdasarkan hasil peninjauan dan pengecekan di lapangan, kondisi masyarakat terdampak, khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi, sudah dalam keadaan aman dan terkendali,” ujarnya.
Data BPBD Balangan mencatat kerusakan rumah warga terdiri dari 210 rumah rusak ringan, 189 rumah rusak sedang, dan 48 rumah rusak berat. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak, meliputi 13 bangunan kantor, 30 fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas lainnya, serta 44 tempat ibadah.
Kerusakan infrastruktur juga cukup signifikan, mencakup jalan sepanjang sekitar empat kilometer dan sembilan unit jembatan.
Kecamatan Tebing Tinggi menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Di wilayah ini tercatat 1.328 rumah terdampak dengan rincian 210 rumah rusak ringan, 189 rumah rusak sedang, dan 41 rumah rusak berat. Jumlah kepala keluarga terdampak mencapai 1.328 dengan total 4.461 jiwa.
Di Kecamatan Halong, tercatat 747 rumah terdampak dengan tujuh rumah mengalami kerusakan berat. Jumlah kepala keluarga terdampak sebanyak 749 dengan total 2.445 jiwa.
Sementara itu, Kecamatan Awayan mencatat sebanyak 1.515 rumah terdampak dengan jumlah kepala keluarga yang sama. Total jiwa terdampak di wilayah ini tercatat sebanyak 1.473 orang. Kerusakan infrastruktur di Kecamatan Awayan meliputi jalan raya sepanjang sekitar 3,5 kilometer, selain sejumlah fasilitas umum lainnya.
Adapun di Kecamatan Juai tercatat 482 rumah terdampak, Kecamatan Paringin Selatan sebanyak 121 rumah terdampak, dan Kecamatan Lampihong sebanyak 81 rumah terdampak.
Seluruh wilayah terdampak saat ini telah memasuki tahapan transisi pemulihan pascabencana seiring berakhirnya masa status tanggap darurat bencana di Kabupaten Balangan.
“Selanjutnya ditetapkan status transisi pemulihan siaga darurat bencana, dengan fokus kegiatan pada upaya pemulihan dan normalisasi kehidupan masyarakat,” kata Rahmi.
Pemerintah daerah bersama BPBD Balangan akan terus melakukan pemulihan secara bertahap agar kondisi sosial, ekonomi, dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali berjalan normal.

