Suarameratus, Tanah Bumbu – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu. Salah satu tokoh penting perjuangan pemekaran daerah, H. Hasudungan, meninggal dunia pada Minggu (9/2/2026) sekitar pukul 03.00 WITA di Rumah Sakit Assyifa Banjarbaru.
Kepergian pria kelahiran 1963 tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat Tanah Bumbu yang mengenal dedikasi dan kiprahnya dalam sejarah panjang pembentukan kabupaten ini.
Nama H. Hasudungan tidak bisa dipisahkan dari proses lahirnya Kabupaten Tanah Bumbu. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh Panitia Penuntut Pemekaran yang vokal dan berani, terutama sebagai representasi masyarakat Kecamatan Simpang Empat.
Dalam perjalanan pemekaran, H. Hasudungan berperan aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat agar Tanah Bumbu dapat berdiri sebagai daerah otonomi baru. Ia terlibat langsung dalam berbagai langkah strategis, termasuk melakukan lobi dan komunikasi ke pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri.
Selain itu, ia bersama panitia pemekaran juga melakukan studi banding ke Kabupaten Penajam, Kalimantan Timur, yang lebih dahulu dimekarkan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya penting untuk memperkuat konsep dan kesiapan Tanah Bumbu sebagai calon daerah otonomi.
Upaya konsolidasi di tingkat daerah juga terus dilakukan melalui musyawarah dengan koordinator wilayah kecamatan dan para tokoh masyarakat guna menghimpun dukungan yang lebih luas.
Perjuangan pemekaran Tanah Bumbu sendiri bukanlah proses singkat. Upaya awal telah dimulai sejak 1959 dengan pembentukan panitia penuntut di Pagatan, namun sempat terhenti pada 1972. Perjuangan kembali bergulir pada Agustus 2000 dengan melibatkan delapan kecamatan, meski saat itu belum membuahkan hasil.
Pada tahun 2001 dilakukan revisi kepengurusan panitia penuntut pemekaran yang semakin memperkuat langkah perjuangan. Usaha panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 pada 25 Februari 2003, yang secara resmi menetapkan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai daerah otonomi baru.
Atas jasa dan dedikasinya, H. Hasudungan juga pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Staf Khusus Bupati Tanah Bumbu, membantu mengawal berbagai kebijakan pembangunan daerah.
Kini, sosok H. Hasudungan akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari sejarah berdirinya Kabupaten Tanah Bumbu. Perjuangan, keberanian, dan komitmennya menjadi teladan bagi generasi penerus dalam membangun daerah.
Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan besar bagi masyarakat Tanah Bumbu yang merasakan langsung buah dari perjuangan panjangnya.

