Suarameratus, Balangan – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali tumbuh di lingkungan SMK Negeri 1 Paringin melalui program BERSAHAJA (Bersedekah Jadi Amal) yang diinisiasi oleh siswa konsentrasi keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).
Program tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini.
Pelaksana Tugas Kepala SMK Negeri 1 Paringin, Syahruddin, mengatakan program BERSAHAJA lahir dari gagasan sederhana yang digerakkan oleh siswa sendiri.
“Program BERSAHAJA lahir dari gagasan sederhana: dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa. Setiap hari para siswa TITL menyisihkan sebagian uang saku mereka secara sukarela,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa meskipun nominal yang disumbangkan tidak besar, kebiasaan berbagi yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan manfaat nyata bagi siswa lain yang membutuhkan.
Sejak dimulai pada tahun 2017 hingga 2026, program tersebut telah memberikan bantuan kepada 303 siswa. Pada tahun 2026, sebanyak 30 siswa menerima bantuan masing-masing sebesar Rp500 ribu.
Dana bantuan tersebut disalurkan secara langsung ke rekening masing-masing siswa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, kemudian diterima secara resmi oleh orang tua siswa di sekolah.
Syahruddin menambahkan bahwa sejak tahun 2025 penerima bantuan tidak hanya berasal dari siswa TITL, tetapi juga dari beberapa konsentrasi keahlian lainnya.
“Tiga puluh siswa penerima bantuan tahun ini berasal dari berbagai konsentrasi keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Elektronika Industri (TEI), serta Teknik Audio Video (TAV),” jelasnya.
Penyerahan simbolis utama beasiswa BERSAHAJA dilakukan pada penutupan kegiatan Pesantren Ramadan 2026 yang berlangsung di Masjid Al Akbar Balangan.
Sementara itu, penyerahan simbolis secara internal dilaksanakan oleh bendahara program, Rina Fitri Maryanti, bersama para wali kelas siswa penerima manfaat.
Dalam kesempatan tersebut, Rina menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan program BERSAHAJA.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara siswa, guru, dan pihak sekolah agar program tersebut dapat terus berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang.
Hal senada disampaikan Kepala Konsentrasi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Dasprianti. Ia menilai program BERSAHAJA menjadi contoh bagaimana inisiatif sederhana dari siswa dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak positif.
“Program BERSAHAJA kini menjadi contoh bagaimana inisiatif sederhana dari siswa dapat tumbuh menjadi gerakan besar yang memperkuat nilai sosial, spiritual, dan pendidikan karakter di sekolah,” ujarnya.
Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya belajar ilmu teknik, tetapi juga menanamkan nilai empati, kebersamaan, dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.
Program BERSAHAJA pun menjadi bukti bahwa kebiasaan berbagi yang dilakukan secara bersama dapat menghadirkan perubahan nyata serta membentuk generasi yang peduli terhadap sesama.

