Suarameratus, Sulawesi Selatan – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendorong mahasiswa penghafal Al-Qur’an di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, termasuk melalui program pertukaran mahasiswa dan studi magister. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mengembangkan kapasitas akademik generasi penghafal Al-Qur’an.
Dorongan itu disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri peresmian Markaz Huffadz Al-Qur’an dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an Putri Unismuh Makassar, Selasa (29/9/2026).
“Kalau mungkin harapan kita, yang di Al-Birr bisa dikirim ke Dubai juga, pertukaran atau lanjutkan kuliah S2-nya di sana,” kata Andi Sudirman.
Menurutnya, mahasiswa penghafal Al-Qur’an tidak hanya perlu menjaga hafalan, tetapi juga memperoleh akses pendidikan yang lebih luas agar kemampuan akademik dan keilmuannya terus berkembang.
Ia menyebut para penghafal Al-Qur’an sebagai generasi pengawal Al-Qur’an. Karena itu, keberadaan fasilitas khusus untuk pembinaan hafalan di lingkungan perguruan tinggi dinilai penting dalam mendukung pengembangan generasi tersebut.
“Ini merupakan kebanggaan kita, kebanggaan Sulawesi Selatan dan juga anak-anak kita, generasi pengawal Al-Qur’an kita,” ujarnya.
Markaz Huffadz Al-Qur’an di Kampus Unismuh diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah memiliki hafalan Al-Qur’an sebelum memasuki perguruan tinggi. Sementara itu, Rumah Tahfidz Al-Qur’an Putri di Gowa menjadi tempat pembinaan bagi mahasiswa yang masih dalam proses menghafal Al-Qur’an.
Kehadiran kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan Al-Qur’an di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Pembangunan fasilitas itu juga melanjutkan kerja sama yang telah terjalin selama bertahun-tahun antara Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan keluarga Arab, Dr. (HC) Syekh Mohammad MT Al Khoory.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada Syekh Khoory dan keluarganya atas dukungan yang selama ini diberikan dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kegiatan kemanusiaan di Sulawesi Selatan.
Hubungan Syekh Khoory dengan Makassar telah berlangsung sekitar 35 tahun. Seusai peresmian, Syekh Mohammad Tayyib Al-Khoory menyebut Makassar sebagai rumah keduanya.
Andi Sudirman berharap hubungan yang telah terjalin lama tersebut dapat menjadi landasan untuk memperluas kerja sama, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, kolaborasi dengan jejaring di Timur Tengah diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan belajar bagi mahasiswa.
Mahasiswa Unismuh, terutama para penghafal Al-Qur’an dan mahasiswa Ma’had Al-Birr, diharapkan dapat memperoleh peluang mengikuti pertukaran mahasiswa maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Timur Tengah.
Peresmian Markaz Huffadz Al-Qur’an dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an Putri tersebut turut dihadiri Syekh Mohammad Tayyib Al-Khoory bersama rombongan dari Uni Emirat Arab, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof. Ambo Asse, Rektor Unismuh Makassar Dr. Abd Rakhim Nanda, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah dan Unismuh Makassar.

