Suarameratus.com

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Akses Terputus Pascabanjir, Warga dan BPBD Bersihkan SD Kecil Raranum

oleh

admin

Suarameratus, Balangan – Banjir besar yang melanda Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, berdampak serius terhadap dunia pendidikan. Akses menuju SD Kecil Raranum di Desa Langkap terputus total setelah Jembatan Kaitan runtuh dan badan jalan sepanjang kurang lebih empat kilometer amblas di sejumlah titik.

Kondisi tersebut mengisolasi warga RT 03 Desa Langkap sekaligus menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar di SD Kecil Raranum yang telah berdiri sejak 1970 dan berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Untuk mencegah kerusakan sekolah semakin parah, warga bersama pihak sekolah bergerak cepat melakukan pembersihan sisa material banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan turut menurunkan personel ke lokasi guna membantu percepatan penanganan, terutama membersihkan lumpur tebal yang mengeras di ruang kelas dan fasilitas sekolah.

Petugas BPBD bersama warga bahu-membahu menyemprot dan mengeruk lumpur yang menutupi lantai, meja, serta kursi kelas menggunakan peralatan manual dan alat semprot air. Upaya tersebut dilakukan agar kondisi sekolah tidak semakin memburuk meski akses menuju lokasi masih terputus.

Kepala SD Kecil Raranum, Zainuddin, melalui guru kelas Norhadiyati Apriyani atau Rere, menyampaikan kondisi sekolah pascabanjir sangat memprihatinkan. Sejumlah alat peraga pembelajaran mengalami kerusakan berat, sementara banyak buku pelajaran tidak dapat diselamatkan karena terendam banjir.

“Akses satu-satunya menuju sekolah hancur. Kami terpaksa bergotong royong membuat jalan darurat. Kehadiran BPBD sangat membantu karena lumpur di dalam kelas sangat tebal,” ujar Rere, Jumat (2/1/2026).

Meski pembersihan fisik mulai menunjukkan perkembangan, tantangan besar masih dihadapi. Lima murid, termasuk dua murid baru, terancam tidak dapat mengikuti pembelajaran secara optimal akibat rusaknya sarana belajar serta terputusnya akses jalan menuju sekolah.

Pihak sekolah berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah lanjutan, khususnya pengadaan logistik pendidikan serta pengerahan alat berat untuk memperbaiki jalan yang amblas agar akses menuju sekolah kembali normal.

“Masih ada harapan anak-anak di sini untuk bersekolah kembali. Kami sangat membutuhkan alat belajar baru dan perbaikan akses jalan secara permanen agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lagi,” tambahnya.

admin

Tags

Tinggalkan komentar