Suarameratus, Balangan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan resmi menjalin kerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balangan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor BPBD Balangan, Selasa (12/5/2026). Kerja sama ini bertujuan memperkuat edukasi kebencanaan melalui jalur pendidikan nonformal dan informal.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, bersama pihak SKB Balangan, serta disaksikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, mengatakan kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan pendidikan kebencanaan, mulai dari penyusunan modul hingga pelaksanaan pelatihan bagi peserta didik SKB.
“Kemudian pelaksanaan program yang ada di BPBD Balangan seperti SPAB, simulasi, serta program lainnya,” ujarnya.
Menurut Rahmi, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan materi kebencanaan ke dalam program pembelajaran di SKB. Sebagai lembaga pendidikan nonformal, SKB memiliki jangkauan luas hingga ke berbagai desa sehingga dinilai mampu memperluas literasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Kolaborasi ini penting untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini. SKB punya peserta didik dari berbagai usia, mulai anak putus sekolah, kejar paket, hingga komunitas belajar masyarakat. Melalui MoU ini, materi kesiapsiagaan, evakuasi mandiri, dan mitigasi bencana akan dimasukkan ke dalam kurikulum SKB,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat membekali warga belajar dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan sepanjang hayat yang berkarakter dan berorientasi pada keselamatan.
“Dengan kerja sama ini, BPBD Balangan optimistis literasi kebencanaan dapat menyasar kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau program formal,” tambahnya.
Melalui kolaborasi ini, BPBD dan SKB Balangan berkomitmen memperluas jangkauan edukasi kebencanaan sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kemampuan mitigasi dalam menghadapi potensi bencana di Kabupaten Balangan.

