Suarameratus, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan mulai memasuki fase penanganan darurat transisi pascabencana sebagai langkah awal menuju pemulihan menyeluruh bagi masyarakat terdampak. Tahapan ini dilaksanakan sesuai arahan Bupati Balangan Abdul Hadi dengan melibatkan seluruh satuan kerja perangkat daerah lintas sektor.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, Senin (5/1/2026), mengatakan fase transisi pascatanggap darurat merupakan tahap krusial karena tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sementara, tetapi juga pada pemulihan kehidupan dasar masyarakat agar dapat kembali beraktivitas secara normal.
Menurutnya, pemulihan yang dilakukan mencakup perbaikan rumah warga, pemulihan lahan pertanian dan perkebunan, pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anak, hingga pemulihan trauma psikologis korban bencana.
Pada sektor permukiman, pemerintah daerah menyalurkan bantuan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakan. Penilaian teknis kerusakan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai dasar penetapan besaran bantuan agar tepat sasaran serta dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, pemulihan sektor pertanian dan perkebunan menjadi perhatian melalui peran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Pemerintah daerah menyiapkan mekanisme teknis agar para petani terdampak dapat kembali berproduksi dan mempertahankan sumber penghidupan mereka.
Di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan telah melakukan pendataan kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah bagi peserta didik terdampak bencana, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP, termasuk sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama.
Selain pemulihan fisik dan sosial, pemerintah daerah juga menyediakan Rumah Healing sebagai sarana pemulihan trauma psikologis, terutama bagi anak-anak korban bencana, agar mereka dapat kembali beraktivitas dan belajar dengan nyaman.
Melalui sinergi lintas SKPD, Pemerintah Kabupaten Balangan menegaskan komitmennya untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan terarah, terukur, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat terdampak.

