Suarameratus, Jakarta – Peralihan dana nasabah dari simpanan bank ke instrumen investasi non-bank terus menunjukkan tren meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan signifikan jumlah Rekening Dana Nasabah (RDN) yang kini menekan laju pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan.
Bank Indonesia mencatat DPK pada Mei 2025 mencapai Rp 8.756,5 triliun, tumbuh 3,9% secara tahunan (year on year/yoy). Meskipun tetap tumbuh, angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat 4,4% yoy dengan nilai Rp 8.742,1 triliun.
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, total investor di pasar modal Indonesia yang mencakup saham, reksadana, dan surat berharga lainnya mencapai 40,50 juta per Mei 2025. Jumlah ini melonjak 26,90% dari posisi Mei tahun lalu yang sebanyak 31,91 juta investor.
Perkembangan ini turut didukung oleh kehadiran 28 bank yang kini berperan sebagai administrator RDN sekaligus bank kustodian. Salah satu yang mencatat pertumbuhan menonjol adalah PT Bank Mandiri Tbk. Hingga Juni 2025, jumlah RDN di Bank Mandiri tumbuh lebih dari 87% secara tahunan dengan total rekening melampaui angka 1 juta nasabah.
Total dana yang terhimpun dari RDN Bank Mandiri kini telah menembus angka Rp 7 triliun. Head of Deposit Product Management PT Bank Mandiri Tbk, Mega Ekaputri Pujianto, menyebut dana ini memberikan kontribusi sebesar 0,48% terhadap total DPK Bank Mandiri dan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan minat masyarakat yang tinggi terhadap investasi.
Meski pertumbuhan DPK melambat, bank tetap diuntungkan dengan meningkatnya pendapatan non-bunga atau fee based income dari aktivitas transaksi investasi yang dilakukan nasabah.

