Suarameratus, Hulu Sungai Tengah – Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memperkuat kapasitas sumber daya manusia pengelolaan persampahan melalui Pelatihan Komunikasi Publik guna mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
Pelatihan yang berlangsung di Hero Kafe Barabai itu diikuti tenaga pengelolaan persampahan dan mitra strategis sebagai upaya meningkatkan kualitas edukasi kepada masyarakat, Kamis (23/7/2026).
Kepala DLH HST, H. Mursyidi, mengatakan penanganan persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga memerlukan komunikasi publik yang efektif, terarah, dan berkelanjutan.
Menurutnya, tenaga pengelola persampahan merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga kemampuan berkomunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran lingkungan.
Pelatihan mengusung tema “Membangun Komunikator Lingkungan yang Efektif untuk Mendorong Perubahan Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah”. Materi yang diberikan meliputi teknik public speaking, penyusunan materi edukasi, hingga strategi penyampaian pesan yang mudah dipahami masyarakat.
Untuk mendukung peningkatan kompetensi peserta, DLH HST menghadirkan trainer pengembangan potensi SDM sekaligus pemegang sertifikasi public speaking, Resa Sabrina Rahmayanti, sebagai narasumber utama.
H. Mursyidi menegaskan keberhasilan program pengurangan sampah sangat bergantung pada tingkat kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Karena itu, edukasi yang tepat menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Pelatihan ini diikuti oleh 47 peserta, mulai dari tenaga pengelolaan persampahan DLH, fasilitator penanganan dan pengurangan sampah, pengelola TPS3R, perwakilan Bank Sampah Induk dan Unit, admin TPA Telang, pengurus dan kader TP-PKK HST, serta perwakilan dari Dinas Sosial, PPKB, PPPA HST hingga komunitas peduli lingkungan,” paparnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai mitra strategis menjadi kekuatan dalam memperluas jangkauan edukasi lingkungan hingga ke tingkat desa, Dasawisma, sekolah, komunitas, dan rumah tangga.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai kebijakan pengelolaan sampah daerah, komunikasi publik, teknik fasilitasi penyuluhan, dan strategi perubahan perilaku, tetapi juga mengikuti praktik penyuluhan, simulasi public speaking, penyusunan materi edukasi, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana kampanye lingkungan.
Melalui penguatan kemampuan komunikasi tersebut, DLH HST berharap lahir lebih banyak komunikator lingkungan yang mampu menjadi penggerak perubahan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
“Terbentuknya jejaring komunikator ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” tutup H. Mursyidi.

