Suarameratus.com

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Gubernur Sulsel Minta Palopo dan Bone Siapkan Lahan untuk Kantor BPOM

oleh

admin

Suarameratus, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meminta kepala daerah di Palopo dan Bone untuk menyiapkan lahan pembangunan kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dua kantor perwakilan tersebut akan memperkuat pengawasan obat dan makanan di wilayah Luwu Raya dan Bosowasi.

Andi Sudirman menjelaskan, Kantor BPOM di Palopo nantinya membawahi Luwu, Luwu Timur, Palopo, dan Luwu Utara. Sementara itu, kantor di Bone diperuntukkan bagi kawasan Bosowasi yang meliputi Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai.

“Saya meminta tolong sama Wali Kota Palopo, akan dibangun tempat juga untuk kantor perwakilan di wilayah Palopo. Tanahnya dicarikan kurang lebih 6.000 meter persegi. Di BPN saja ditanya,” ujar Andi Sudirman saat memberi sambutan di Baruga Asta Cita, Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, ketersediaan lahan tidak menjadi kendala karena cadangan tanah di daerah tersebut cukup memadai. “Kemarin waktu saya ke sana, saya dapat tanah 7.000 hektare. Ini dicarinya 6.000 saja. Kita akan punya satu Kantor BPOM di Palopo untuk wilayah kolaborasi Luwu Raya,” ucapnya.

Selain Palopo, Andi Sudirman juga meminta Bupati Bone melakukan hal serupa. “Untuk wilayah aglomerasi Bosowasi, satu juga kantor BPOM di Kabupaten Bone, tolong disiapkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulsel juga menyambut baik rencana pembangunan Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan pertama di Indonesia yang akan dibangun di Pucak, Kabupaten Maros. Pemerintah Provinsi Sulsel telah menyiapkan lahan hibah seluas 10 hektare, sementara BPOM RI mengalokasikan anggaran Rp1,7 triliun dengan skema kontrak multiyears.

“Dibikinnya di Sulsel, di Maros. Hibahnya 10 hektare, pokoknya kalau masih butuh, kasih tahu kita Pak Prof,” kata Andi Sudirman di hadapan Kepala BPOM RI, Prof Taruna Ikrar.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Sulsel dan BPOM RI menandatangani nota kesepahaman (MoU) serta penyerahan lahan hibah. “Di dalam MoU-nya saya minta ditambah sedikit, ada afirmasi rekomendasi kepala daerah dan gubernur. Ini saya catat-catat,” tambahnya.

Dengan pembangunan dua kantor perwakilan BPOM dan hadirnya politeknik pertama di Maros, Sulawesi Selatan diharapkan menjadi pusat penguatan sistem pengawasan obat dan makanan di kawasan timur Indonesia.

admin

Tags

Tinggalkan komentar