Suarameratus, Jakarta – Suarameratus, Jakarta – Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad, yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, membantah kabar yang menyebut dirinya berencana menguasai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui pencalonan Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebagai Ketua Umum pada Muktamar mendatang.
Dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (28/5/2025), Haji Isam menegaskan bahwa langkah Amran untuk maju sebagai calon ketua umum adalah hak politik pribadi sang menteri. Ia menambahkan, “Itu haknya Pak Amran, saya tidak tahu menahu soal itu.”
Haji Isam juga menepis tudingan yang menyebut dirinya tengah berupaya mengendalikan PPP melalui Amran. Ia menyatakan tidak pernah bertemu dengan Plt. Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, pasca Pemilu 2024, dan membantah kabar bahwa dirinya ditawari untuk mengambil alih kepemimpinan partai. “Tidak pernah dan saya tidak tahu menahu soal itu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Haji Isam menanggapi isu yang mengaitkan dirinya dengan sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih. Ia menilai, penunjukan menteri oleh Presiden Prabowo Subianto didasarkan pada kapasitas dan integritas, bukan karena kedekatan pribadi. “Mereka orang profesional, dipilih karena mempunyai kemampuan di bidangnya. Bukan karena kedekatan saya dengan mereka,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhammad Romahurmuzy, juga membantah narasi yang menyebut Haji Isam berupaya mengakuisisi partai. Ia menegaskan bahwa pencalonan Amran sebagai calon ketua umum adalah hasil diskusi internal partai dan bukan karena dorongan dari pihak luar.
merahputih.com
Dengan klarifikasi ini, Haji Isam berharap dapat mengakhiri spekulasi yang beredar dan menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam dinamika internal PPP terkait Muktamar 2025.

