Suarameratus, Balangan – Sebanyak 186 murid tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Balangan mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Banjar di SD Negeri Paringin 1, Kecamatan Paringin, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya menghidupkan penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda sekaligus meningkatkan kemampuan literasi bahasa Banjar.
Festival yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan tersebut menghadirkan lima cabang lomba, yakni cerpen, bercerita, komedi tunggal, pidato, dan puisi. Melalui berbagai kategori tersebut, para peserta mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus mengekspresikan kecintaan terhadap budaya daerah.
Kepala Disdikbud Kabupaten Balangan, Abiji, mengatakan FTBI tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berbahasa Banjar, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa ibu dan kesadaran untuk menjaga bahasa daerah sebagai warisan budaya.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga belajar percaya diri, menghargai budaya sendiri, dan menghormati keberagaman budaya Indonesia,” katanya.
Abiji menuturkan, pengenalan bahasa daerah kepada anak-anak merupakan bagian penting dalam pendidikan. Selain mendukung kemampuan akademik, upaya tersebut diharapkan dapat membentuk karakter serta memperkuat kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan daerah.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, Aidinnor, mengapresiasi penyelenggaraan FTBI sebagai ruang bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, melestarikan, dan bangga menggunakan Bahasa Banjar beserta keunikannya.
Ia mengingatkan bahwa pelestarian bahasa daerah perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika penggunaannya mulai tergerus oleh perkembangan zaman.
“Ada bahasa daerah yang tergerus zaman dan terancam punah. Karena itu, kami mengapresiasi FTBI sebagai salah satu upaya pelestarian bahasa daerah,” ungkapnya.
Aidinnor juga berpesan agar anak-anak di Kabupaten Balangan tidak malu menggunakan Bahasa Banjar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, bahasa daerah diharapkan tetap hidup, diwariskan kepada generasi berikutnya, dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat.
Melalui FTBI, Pemerintah Kabupaten Balangan berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai dan menggunakan Bahasa Banjar, sehingga kelestarian bahasa daerah dapat terus terjaga di tengah perkembangan zaman.

