Suarameratus, Palembang – Pemerintah dan BUMN memastikan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dari tingkat desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. ID Food sebagai holding BUMN pangan turut mendukung penuh program tersebut, yang mulai diluncurkan di Kelurahan Sukodadi, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (16/6/2025).
Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, menjelaskan bahwa dukungan diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama untuk penyediaan gula, beras, minyak goreng, tepung, dan sagu dengan volume awal masing‑masing senilai 5 ton gula, 5 ton minyak, 5 ton beras, 2 ton tepung, dan 2 ton sagu. Pasokan ini akan disalurkan melalui jaringan distribusi ID Food dari Aceh hingga Papua.
“Ini bentuk sinergi BUMN dan koperasi untuk memperkuat rantai pasok pangan dari hulu ke hilir dan memastikan keterjangkauan di desa,” kata Ghimoyo, Selasa (17/6/2025).
ID Food juga melibatkan anak-anak usaha dan mitra logistik seperti Rajawali Nusindo, PPI, GIEB Indonesia, dan BGR Logistik. Dengan didukung platform e‑commerce Warung Pangan, koperasi dapat melakukan pemesanan pangan secara online. Saat ini, ID Food memiliki 1.075 gudang dan 900 unit armada logistik untuk mendukung pendistribusian pangan.
Ghimoyo menambahkan bahwa kerjasama ini dilengkapi infrastruktur pendukung seperti pelabuhan kerja sama dengan Pelindo serta fasilitas rantai dingin bersama ARPI. Model distribusi dari produsen langsung ke desa ini diharapkan mendorong stabilisasi harga dan memperpendek rantai distribusi yang selama ini menyebabkan fluktuasi harga pangan.
“Koperasi Merah Putih dapat menghindari ketergantungan pada rantai panjang yang menyebabkan lonjakan harga,” ujarnya.
Usai acara, Menko Pangan Zulkifli Hasan memuji Sukodadi sebagai model implementasi koperasi desa yang mandiri dan beragam usaha. Menurutnya, kampanye ini adalah wujud keberpihakan pemerintah terhadap perekonomian desa:
“Koperasi ini memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bisa menghasilkan, mulai pupuk hingga simpan pinjam,” ujar Zulkifli.
Koperasi Merah Putih di Sukodadi saat ini telah mengoperasikan usaha grosir sembako, agen LPG, agen bank dan pos, serta budidaya jamur. Program ini merupakan wujud visi sistem pangan nasional yang dimulai dari akar rumput, dengan peran aktif BUMN dan mitra pemerintah dalam memperkuat ekonomi lokal.

