Suarameratus.com

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Investasi Rp1,7 Triliun, Poltek POM Pertama Indonesia Dibangun di Maros

oleh

admin

Suarameratus, Makassar – Provinsi Sulawesi Selatan resmi ditetapkan sebagai lokasi pendirian Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (Poltek POM) pertama dan satu-satunya di Indonesia. Kepastian ini diumumkan dalam kegiatan penyuluhan keamanan pangan dan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Sulsel dengan Badan POM RI di Baruga Asta Cita, Rumah Dinas Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis (28/8).

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut pembangunan Poltek POM akan dilaksanakan dengan skema kontrak multiyears dan nilai investasi mencapai Rp1,7 triliun. Menurutnya, proyek ini merupakan langkah besar bagi pembangunan sumber daya manusia sekaligus peningkatan kualitas kesehatan bangsa.

“Programnya luar biasa, multiyears untuk Rp1,7 triliun. Ini investasi besar untuk SDM dan kesehatan bangsa yang dimulai dari Sulsel,” ujar Andi Sudirman.

Ia juga memastikan adanya afirmasi bagi putra-putri daerah melalui kuota khusus sebesar 10 persen bagi calon mahasiswa yang direkomendasikan pemerintah provinsi. “Harapan kita akan ada afirmasi untuk prestasi dari rekomendasi gubernur. Alhamdulillah sudah disetujui Bapak Prof Taruna Ikrar, Kepala BPOM, minimal 10 persen,” katanya.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengungkapkan tiga alasan mendasar perlunya pendirian Poltek POM. Pertama, untuk menciptakan SDM pengawas yang lebih efisien. Selama ini BPOM merekrut lulusan dari berbagai disiplin ilmu dan harus menyiapkan pelatihan adaptasi hingga satu tahun dengan biaya ratusan miliar rupiah. Kedua, untuk mendorong kenaikan peringkat maturitas BPOM ke level empat, setara dengan badan pengawas di Amerika Serikat dan Eropa. Ketiga, untuk mewujudkan pemerataan pendidikan vokasi strategis di luar Jawa.

“Lokasi di Maros sangat strategis karena dekat dengan IKN dan dapat diakses dengan mudah dari Indonesia Timur, Kalimantan, maupun Sulawesi. Ini bentuk pemerataan dan pusat pertumbuhan baru,” jelas Taruna.

Ia memastikan pembangunan Poltek POM di atas lahan 10 hektare di Pucak, Kabupaten Maros, bukan sekadar wacana. Dana sebesar Rp1,7 triliun telah diamankan melalui kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dan disetujui Kementerian Keuangan. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan kampus, fasilitas pendidikan, dan laboratorium berstandar global.

Acara peresmian kerja sama ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Sulsel, kepala daerah, serta para apoteker. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyuluhan keamanan pangan sebagai simbol dimulainya langkah strategis menuju Poltek POM pertama di Indonesia.

admin

Tags

Tinggalkan komentar