Suarameratus.com

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Pemkab Balangan Tegaskan Curah Hujan Ekstrem Picu Banjir Bandang Tebing Tinggi

oleh

admin

Suarameratus, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait penyebab banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi. Isu yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan aktivitas pertambangan maupun perkebunan sawit dipastikan belum didukung oleh temuan di lapangan.

Pemkab Balangan menegaskan bahwa penanganan dan evaluasi bencana dilakukan berdasarkan data serta hasil koordinasi dengan instansi teknis terkait, baik di tingkat daerah maupun pusat. Langkah tersebut dilakukan agar penyebab banjir bandang dapat dijelaskan secara objektif dan tidak bersifat asumtif.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menjelaskan bahwa faktor utama banjir bandang di Tebing Tinggi adalah curah hujan ekstrem. Hal ini merujuk pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Perwakilan Kalimantan Selatan yang disampaikan dalam rapat koordinasi lintas instansi.

Menurut Rahmi, intensitas hujan yang terjadi saat itu sangat tinggi hingga menyerupai akumulasi curah hujan setengah bulan yang turun hanya dalam satu malam. Dalam kondisi tersebut, kawasan pegunungan tidak mampu menyerap air dalam waktu singkat sehingga menyebabkan luapan air secara tiba-tiba.

Terkait dugaan adanya aktivitas pertambangan di wilayah hulu sungai, Rahmi menyebut hasil penelusuran sementara belum menemukan keberadaan tambang di kawasan terdampak banjir bandang. Pemetaan dilakukan bersama Tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan kondisi lapangan secara menyeluruh.

Ia menambahkan, saat kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke Kabupaten Balangan beberapa waktu lalu, kementerian juga menurunkan tim khusus untuk memeriksa kondisi hutan serta potensi kerusakan lingkungan pascabanjir. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang menyatakan adanya kerusakan ekologis akibat aktivitas tambang maupun perkebunan.

Pemantauan dilakukan dengan dukungan tenaga ahli serta analisis citra satelit guna memastikan kondisi kawasan hulu secara objektif dan menyeluruh.

Rahmi juga menanggapi isu penebangan hutan yang dikaitkan dengan banjir bandang. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian tidak ditemukan material kayu hasil tebangan yang terbawa arus sungai.

Menurut keterangan warga, banjir bandang yang terjadi didominasi luapan air dengan arus sangat deras tanpa disertai kayu besar. Jika terdapat material kayu dalam jumlah besar, dampaknya dipastikan akan jauh lebih parah karena menghantam permukiman warga.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, data cuaca, serta koordinasi dengan kementerian terkait, Pemerintah Kabupaten Balangan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi aktivitas pertambangan maupun perkebunan sawit di wilayah hulu Tebing Tinggi yang menjadi penyebab banjir bandang.

admin

Tags

Tinggalkan komentar