Suarameratus, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan mendukung penuh pengawasan yang dilakukan DPRD Sulawesi Selatan terhadap pelaksanaan proyek preservasi jalan yang masuk dalam paket Multiyears Contract (MYC) Paket 1.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, mengatakan pengawasan oleh DPRD merupakan bagian dari fungsi representasi masyarakat yang perlu didukung oleh pemerintah daerah.
“Pada prinsipnya pengawasan dewan kita dukung sepenuhnya karena itu bagian dari tugas dan fungsinya sebagai perwakilan masyarakat,” ujar Andi Ihsan, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa kualitas pekerjaan dalam proyek tersebut tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Apabila ditemukan bagian pekerjaan yang dinilai tidak memenuhi standar, maka akan dilakukan evaluasi melalui pengujian laboratorium.
“Kalau disebutkan ada bagian yang kurang berkualitas, itu tentu diuji melalui uji laboratorium,” jelasnya.
Menurut Ihsan, proyek preservasi jalan dalam paket MYC tersebut masih berada dalam tahap pelaksanaan dan dijadwalkan berlangsung hingga tahun 2027. Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini proses pembayaran proyek tersebut belum dilakukan.
Ia menambahkan, apabila dalam proses evaluasi ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, kontraktor diwajibkan melakukan pembongkaran dan perbaikan agar sesuai dengan standar teknis yang telah ditentukan.
“Bagian proyek yang tidak berkualitas akan dibongkar dan dilakukan pembenahan sesuai dengan spesifikasinya,” tegasnya.
Terkait pekerjaan di ruas Jalan Hertasning, Ihsan menjelaskan bahwa penanganan yang dilakukan berupa rehabilitasi minor, yakni perbaikan pada bagian jalan yang berlubang sebelum dilakukan pelapisan aspal.
Ia menyebutkan bahwa pekerjaan dimulai dengan penanganan kerusakan pada ruas jalan, kemudian dilanjutkan dengan pelapisan satu lapis aspal jenis Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dengan ketebalan sekitar 4 sentimeter.
Menurutnya, lapisan AC-WC merupakan standar yang digunakan dalam perkerasan aspal sesuai dengan Spesifikasi Umum Bina Marga. Lapisan tersebut berada pada bagian paling atas permukaan jalan dan berfungsi sebagai lapis aus yang langsung bersentuhan dengan beban lalu lintas.
Lapisan ini memiliki komposisi agregat halus dan kadar aspal yang lebih tinggi dibandingkan lapisan di bawahnya sehingga mampu menghasilkan permukaan jalan yang lebih rapat, kedap air, dan halus saat dilalui kendaraan.
“AC-WC biasa diberlakukan untuk lalu lintas menengah ke atas,” ujarnya.
Meski demikian, Ihsan memastikan penanganan ruas Jalan Hertasning tetap menjadi bagian dari proyek preservasi jalan MYC Paket 1 yang saat ini masih berjalan sesuai perencanaan serta jadwal kerja tahun anggaran yang telah ditetapkan.

