Suarameratus, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperluas pemerataan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan melalui Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB). Program strategis yang digagas pada era Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi ini menunjukkan capaian signifikan sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, mengatakan program PKB berjalan sangat baik dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Program ini disebut menjadi solusi bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan karena keterbatasan transportasi dan kondisi geografis.
“Realisasi Program Pelayanan Kesehatan Bergerak berjalan sangat baik dan terus menunjukkan perkembangan positif. Setiap kunjungan tim PKB selalu disambut antusias oleh masyarakat,” ujar Evi.
Hingga November 2025, kegiatan PKB telah menjangkau tujuh lokus pelayanan di wilayah perbatasan kepulauan, masing-masing empat lokasi di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan tiga lokasi di Kabupaten Kepulauan Selayar. Di Pangkep, layanan dilakukan di Puskesmas Pulau Sabutung, Pulau Liukang Tupabiring, Pulau Liukang Tangayya, dan Pulau Sarappo. Sementara di Selayar mencakup Puskesmas Pulau Benteng Jampea, Pulau Ujung Jampea, dan Pulau Pasilambena.
Dari seluruh kunjungan tersebut, tercatat 3.979 pasien telah mendapatkan layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum, kesehatan ibu dan anak, imunisasi, hingga layanan gizi dan kesehatan gigi. “Angka ini terus meningkat seiring bertambahnya wilayah yang dijangkau. Ini menunjukkan bahwa program PKB benar-benar dibutuhkan masyarakat,” jelas Evi.
Jumlah pasien tertangani di Pangkep meliputi 733 orang di Pulau Sabutung, 521 di Liukang Tupabiring, 379 di Sarappo, dan 528 di Liukang Tangayya. Sementara di Kepulauan Selayar, tercatat 757 pasien di Benteng Jampea, 638 di Ujung Jampea, dan 423 di Pasilambena.
Evi menambahkan bahwa ratusan tenaga kesehatan telah ditugaskan dalam program PKB, terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, perawat, bidan, hingga tenaga farmasi. Untuk setiap tahapan pelayanan, satu tim beranggotakan 10 orang diterjunkan dengan komposisi lengkap, termasuk empat dokter spesialis dasar, tenaga administrasi, kefarmasian, perawat, serta koordinator lapangan.
Tim pelayanan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, rumah sakit daerah di bawah Pemprov, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep serta Kabupaten Kepulauan Selayar. Evi menyebut dukungan lintas sektor tersebut membuat koordinasi dan mobilitas tim semakin efektif dalam menjangkau wilayah perbatasan kepulauan.

