Suarameratus, Jakarta – Harga saham PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) melonjak tajam 10 persen pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (18/7/2025), seiring rampungnya proses mandatory tender offer oleh pengendali baru, Dua Samudera Perkasa (DSP).
Saham TEBE ditutup sementara di level Rp935 per saham, naik 85 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp850. Saham emiten tambang ini bahkan sempat menyentuh harga tertinggi harian di Rp1.000, dengan harga terendah tercatat di posisi pembukaan Rp865.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi saham TEBE mencapai 14,74 juta lembar dengan nilai transaksi Rp13,77 miliar dari 3.774 kali perdagangan. Rata-rata harga transaksi tercatat di Rp934,24 per saham, menandakan kuatnya minat beli di harga atas.
Lonjakan harga ini terjadi tak lama setelah perusahaan milik pengusaha nasional H. Samsudin Andi Arsyad alias H. Isam itu resmi menjadi pengendali penuh TEBE. Kepemilikan DSP di TEBE naik menjadi 76,91 persen setelah menyerap 74,04 juta saham dalam penawaran tender wajib yang ditutup pada 16 Juli 2025.
Tender offer tersebut dilakukan dengan harga Rp627,11 per saham, membuat DSP menggelontorkan dana sebesar Rp46,43 miliar untuk membeli saham dari empat pemegang saham lama. Aksi ini memperkuat dominasi DSP yang sebelumnya sudah menguasai 71,15 persen saham setelah mencaplok 505,17 juta saham TEBE dari Prima Mineral Utama pada 18 Maret 2025.
Dengan nilai transaksi awal Rp252,58 miliar, akuisisi itu menjadi batu loncatan strategis dalam ekspansi bisnis DSP. Proses pengambilalihan dilakukan berdasarkan perjanjian jual beli bersyarat yang kemudian dituntaskan setelah seluruh ketentuan terpenuhi.
Dari sisi regulasi, DSP sebenarnya berkewajiban menawarkan pembelian hingga 370,71 juta saham atau 28,85 persen dari modal ditempatkan. Namun, hanya empat investor yang bersedia melepas sahamnya dalam periode tender offer 5 Juni hingga 4 Juli 2025.
Kepemilikan mayoritas ini membuka peluang DSP untuk mengintegrasikan TEBE ke dalam lini bisnisnya secara lebih dalam. Dana Brata sendiri dikenal sebagai perusahaan holding dengan fokus utama pada layanan kepelabuhanan, menjadikannya aset strategis dalam pengembangan jaringan logistik dan transportasi laut milik Dua Samudera.
Dengan kapitalisasi pasar yang kini menembus Rp1,202 triliun, TEBE dinilai semakin menarik bagi investor, seiring sentimen positif terhadap kepemilikan penuh DSP yang dinilai akan membawa arah bisnis lebih agresif ke depan.

