Suarameratus, Balangan – Memasuki sepekan masa transisi pemulihan pascabanjir di Kabupaten Balangan, sejumlah langkah perbaikan mulai dilaksanakan. Masa transisi ini ditetapkan setelah berakhirnya status tanggap darurat, yakni sejak 5 Januari hingga 4 Februari 2026.
Pada tahap awal pemulihan, fokus utama diarahkan pada perbaikan rumah warga yang terdampak banjir bandang. Pendataan serta perhitungan tingkat kerusakan telah dilakukan guna memastikan proses perbaikan berjalan tepat sasaran.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, mengatakan bahwa selama satu pekan masa transisi, perbaikan sudah mulai dilakukan pada sejumlah rumah warga. Proses tersebut mencakup pendatangan material bangunan serta pengerahan tenaga kerja.
Menurutnya, sebanyak 48 rumah dengan kategori kerusakan berat menjadi prioritas utama dalam tahap awal pemulihan. Saat ini, beberapa rumah telah menunjukkan progres perbaikan dengan capaian antara 30 hingga 70 persen.
Selain sektor perumahan, pemulihan pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Rahmi menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar sudah kembali dilaksanakan, meskipun sarana dan prasarana sekolah masih terbatas akibat dampak banjir.
Ia berharap dalam waktu dekat dapat dilakukan penggantian pakaian seragam serta peralatan sekolah bagi para siswa terdampak, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.
Pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga juga masuk dalam agenda masa transisi pemulihan. Pemerintah daerah berencana menyalurkan kembali peralatan makan dan peralatan memasak bagi warga yang rusak atau hilang akibat banjir bandang.
Rahmi menegaskan bahwa seluruh progres pemulihan akan terus dipantau secara berkala setiap minggu selama masa transisi berlangsung. Ia berharap berbagai upaya tersebut dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat sehingga kehidupan warga Balangan dapat kembali berjalan normal.

