Suarameratus, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) resmi meluncurkan inovasi layanan digital bernama Si Anak Dara, singkatan dari Sistem Administrasi Pengelolaan Pajak Daerah Terintegrasi. Aplikasi ini menjadi langkah strategis untuk memodernisasi sistem perpajakan sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (12/06)
Kepala BPKPAD Balangan, Fakhriyanto, mengatakan peluncuran aplikasi ini menjawab berbagai tantangan yang selama ini menghambat efektivitas pengelolaan pajak daerah, seperti belum tersedianya sistem online serta potensi terjadinya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam proses pelaporan dan pembayaran pajak.
“Si Anak Dara hadir sebagai solusi atas pelayanan pajak yang belum optimal. Dengan sistem ini, interaksi langsung antara petugas dan wajib pajak dapat diminimalkan, sehingga lebih efisien, cepat, dan transparan,” ujarnya di Paringin, Rabu (tanggal sesuai konteks peluncuran).
Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai jenis layanan perpajakan daerah seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pajak lainnya ke dalam satu platform digital yang mudah diakses masyarakat.
Inovator aplikasi Si Anak Dara, Abdul Halim, menjelaskan sistem ini dibangun untuk menciptakan pengalaman pelayanan publik digital yang efektif sekaligus memperkuat sistem pendataan dan analisis pajak.
“Dengan fitur analisis dan persandingan data, pemerintah daerah bisa menghimpun potensi pajak lebih maksimal. Ini adalah bagian dari transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah,” jelasnya.
Dalam proses pengembangannya, BPKPAD juga menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Bank Kalsel untuk mendukung integrasi data serta menyediakan metode pembayaran yang aman dan praktis secara digital.
Halim menambahkan, pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar pemanfaatan aplikasi ini berjalan maksimal dan dapat dimengerti seluruh lapisan wajib pajak.
“Kami berharap Si Anak Dara dapat menjadi tonggak penting dalam digitalisasi pelayanan pajak daerah serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah,” pungkasnya.

