Suarameratus, Balangan – Bupati terpilih Kabupaten Balangan, H Abdul Hadi, akan menghadapi tantangan besar pada 100 hari pertama kepemimpinannya, setelah dilantik pada 20 Februari mendatang. Salah satu fokus utama yang akan dihadapi adalah penyesuaian anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 menyusul terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja negara dan daerah.
“APBD Balangan terdampak sekitar Rp400 miliar. Ini menjadi tantangan besar bagi kami. Oleh sebab itu, konsentrasi utama kita adalah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapinya,” ujar Abdul Hadi, Jumat (7/2).
Inpres tersebut diterbitkan sebagai respons terhadap tantangan ekonomi global dan untuk memperkuat ketahanan fiskal nasional. Instruksi ini mengharuskan pemerintah pusat dan daerah melakukan tinjauan menyeluruh terhadap anggaran belanja tahun 2025, dengan fokus pada identifikasi pos-pos belanja yang kurang efektif, yang kemudian akan dialihkan untuk program-program strategis.
Abdul Hadi menyadari bahwa pemangkasan anggaran ini akan berdampak pada beberapa rencana pembangunan, termasuk penataan Kota Paringin sebagai ibu kota Kabupaten Balangan. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa program-program tersebut tetap akan dilaksanakan dengan penyesuaian anggaran.
Namun, di tengah tantangan ini, ada kabar positif bagi Kabupaten Balangan. Abdul Hadi mengungkapkan bahwa daerah ini diperkirakan akan memperoleh laba bersih sekitar Rp500 miliar dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam Pertambangan Umum hasil kerja sama dengan PT Adaro Indonesia.
“Meski ada pemangkasan, kita memiliki cadangan dari laba DBH yang cukup untuk menutupi kekurangan anggaran dan tetap fokus pada program-program prioritas,” beber Abdul Hadi.
Dengan adanya potensi dana tambahan ini, Bupati terpilih berharap Kabupaten Balangan dapat tetap melanjutkan pembangunan dan menjalankan program-program penting meski di tengah kondisi anggaran yang terbatas.

