Suarameratus, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menutup secara resmi Grand Final Katinting Race 2025 Piala Gubernur Sulsel yang digelar di Taman Andalan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Minggu (26/10/2025).
Perlombaan perahu cepat tradisional khas masyarakat pesisir ini mempertemukan enam rider terbaik dari tiga daerah, yakni Kalimantan Timur, Sidrap, dan Bone, setelah sebelumnya melewati babak penyisihan dengan ratusan peserta dari berbagai wilayah.
“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan langsung semangat luar biasa para peserta di Grand Final Katinting Race 2025. Selamat kepada rider asal Kabupaten Sidrap yang berhasil meraih juara pertama,” ujar Andi Sudirman dalam sambutannya.
Gubernur berharap ajang Katinting Race tidak hanya menjadi perlombaan adu kecepatan, tetapi juga momentum untuk menjaga dan mempromosikan budaya maritim khas Sulawesi Selatan.
“Lomba ini adalah bagian dari identitas masyarakat pesisir kita. Katinting bukan sekadar alat transportasi, tapi warisan budaya yang menunjukkan kedekatan orang Sulsel dengan laut. Karena itu, ajang seperti ini harus terus kita lestarikan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dari Dinas Perhubungan Sulsel, sponsor, serta peserta dari luar provinsi yang turut memeriahkan kegiatan tersebut. “Terima kasih atas partisipasinya. Semoga event ini terus berlanjut dan semakin besar di masa mendatang,” tambahnya.
Lomba Katinting Race 2025 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-356 Sulawesi Selatan pada 24–26 Oktober 2025. Selain memperebutkan Piala Gubernur Sulsel, para peserta juga berkompetisi memperebutkan hadiah uang pembinaan dan mesin dengan total mencapai Rp100 juta.
Hasil akhir lomba menempatkan Hamzah dari Kabupaten Sidrap sebagai juara pertama, disusul Deni dari Kutai Kartanegara (Kaltim) di posisi kedua, dan Jhon Stepanu (Kaltim) di posisi ketiga. Sementara posisi keempat dan kelima juga diraih peserta asal Kaltim, serta juara keenam berasal dari Kabupaten Bone.
Katinting Race kini menjadi ikon kebanggaan masyarakat pesisir Sulawesi Selatan, yang memadukan kecepatan, keterampilan pengemudi, tantangan ombak, dan nilai-nilai tradisi maritim lokal yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

