Suarameratus, Makassar – Demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) di depan kantor DPRD Kota Makassar, Jumat (29/8/2025), berakhir tragis setelah gedung dewan terbakar hebat hingga larut malam. Peristiwa itu menelan empat korban jiwa dan menyebabkan sepuluh orang lainnya luka-luka.
Tiga korban meninggal dunia di lokasi karena terjebak di dalam ruangan, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah menjalani perawatan intensif. Para korban tercatat berasal dari Makassar, Bone, dan Palopo.
Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP, menyampaikan duka mendalam dengan mengirimkan santunan tali asih kepada keluarga korban. Santunan pertama diberikan kepada keluarga almarhumah Syahrina Wati (25), staf DPRD Kota Makassar, di rumah duka Dusun Bampesu, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sabtu malam (30/8/2025). Penyerahan dilakukan oleh Waketum Bidang Ekonomi dan Koperasi PP IKA Unhas, Bachrianto Bachtiar, bersama Direktur AAS Foundation dan Bau Irfan.
Sebelumnya, santunan untuk keluarga almarhum Muh. Akbar Basri alias Abay (27) juga telah diserahkan pada Sabtu siang di rumah duka di Kelurahan Balangbaru, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Santunan terakhir diberikan kepada keluarga almarhum Saiful Akbar (43), Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah Makassar, di Kota Palopo, Minggu sore (31/8/2025). Penyerahan dilakukan oleh Sekda Kota Palopo, M. Abdul Bakri, mewakili Mentan Amran.
Sebagai catatan, aksi unjuk rasa ojol pada Jumat siang itu tidak hanya menyebabkan kebakaran kantor DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani, tetapi juga merembet ke kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo. Api berhasil dipadamkan setelah menjalar hebat hingga malam hari.

