Suarameratus, Makassar – Puncak peringatan 356 Tahun Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung khidmat di Ruang Pola, Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (19/10/2025).
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sulsel ini dihadiri Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Andi Rachmatika Dewi, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., yang mewakili Menteri Dalam Negeri. Turut hadir pula Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rusdi Masse.
Dalam sambutannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa peringatan hari jadi ke-356 ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meneguhkan komitmen melanjutkan karya besar pembangunan dan memperkuat persatuan di Sulawesi Selatan.
“Perjalanan panjang Sulawesi Selatan bukan hanya tentang masa lalu yang gemilang, tetapi juga tentang masa depan yang penuh harapan. Dari sawah-sawah subur di Bone dan Wajo, pelabuhan di Makassar yang ramai, kopi Toraja yang harum, hingga ikan segar di Selat Makassar — kita punya segalanya untuk maju,” ujar Wiyagus.
Ia mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah daerah, mitra pembangunan, dan masyarakat Sulsel yang terus menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Wiyagus juga menekankan pentingnya menjaga nilai siri’ na pacce sebagai fondasi keberanian, kegigihan, dan kepedulian sosial masyarakat Sulawesi Selatan.
Dalam paparannya, Wiyagus menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Sulsel sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat di atas 5 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,18. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,96 persen, dan angka kemiskinan berada di level 7,6 persen—terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Inflasi tahunan per September 2025 juga terjaga di 1,67 persen. Di bidang tata kelola pemerintahan, Indeks SPBE mencapai 3,94 (kategori sangat baik), menandakan peningkatan signifikan pada layanan publik digital.
“Tugas kita berikutnya adalah menerjemahkan capaian itu menjadi layanan publik yang semakin cepat, transparan, dan aman,” tegasnya.
Wiyagus juga menyoroti pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan tol menuju Makassar New Port, operasional kereta api lintas Maros–Barru yang terhubung ke Pelabuhan Garongkong, serta percepatan modernisasi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Selain itu, ia menegaskan arah pembangunan berkelanjutan melalui hilirisasi rumput laut, industri nikel ramah lingkungan di Sorowako, serta penguatan energi hijau berbasis pembangkit listrik tenaga air.
Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus menyampaikan enam arahan percepatan pembangunan Sulsel, mulai dari hilirisasi maritim dan pangan, konektivitas logistik terpadu, transformasi layanan publik digital, hingga penguatan ketahanan iklim dan pesisir.
“Sulawesi Selatan adalah simpul harapan Indonesia Timur. Pelabuhan kita ramai, rel kereta mengalirkan logistik, dan layanan publik makin cepat serta bersahabat. Itulah bukti hadirnya negara di tengah rakyat,” ucapnya.
Sebelum memberikan sambutan, Wiyagus bersama Gubernur Andi Sudirman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, dan Ketua DPRD Andi Rachmatika Dewi meluncurkan Program Multiyears Project (MYP) 2025–2027 senilai Rp3,7 triliun. Proyek ini mencakup penanganan jalan provinsi senilai Rp2,51 triliun, pembangunan jaringan irigasi Rp764 miliar, serta pembangunan Rumah Sakit Regional Rp500 miliar.
“Selama layar masih terkembang dan angin kebijakan berpihak pada rakyat, kita tidak akan berlabuh sebelum sampai ke tujuan,” tutup Wamendagri disambut tepuk tangan para peserta rapat paripurna.

